sepotong bulan, rimbun dedaunan
menyala harapan, entah sejak kapan
swara kutut kerasukan
dan desah petualang terbanting ditelan kehidupan.
ada sosok bayang di balik kabut
sepotong ampak yang menggenggam rahasia
larut malam di sebuah persinggahan
betapa aku merasa tua dan kelelahan
sebagai adam tempo hari : telanjang dan tersia
sia-sia mencari suaka dan pengampunan
larut malam di sebuah persinggahan
Diposting oleh
lenyshara
on Kamis, 22 Agustus 2013
/
Comments: (1)
Yang Kau Ciptakan
Diposting oleh
lenyshara
/
Comments: (0)
yang kau ciptakan lewat sepi adalah adam,
dan dari adam kau ciptakan hawa,
yang kau ciptakan lewat angin adalah gugusan mega,
dan dari mega kau ciptaka sketsa sorga
yang kau ciptakan lewat angin adalah kabut,
dan dari kabut kau ciptakan dingin.
yang kau ciptakan lewat api adalah iblis
dan menjelmalah mentari
yang senantiasa membakar desah-desah napasku
sepanjang perjalanan di jalan menggurat putih ini.
sebelum kau singkap tabir senja
dan dari adam kau ciptakan hawa,
yang kau ciptakan lewat angin adalah gugusan mega,
dan dari mega kau ciptaka sketsa sorga
yang kau ciptakan lewat angin adalah kabut,
dan dari kabut kau ciptakan dingin.
yang kau ciptakan lewat api adalah iblis
dan menjelmalah mentari
yang senantiasa membakar desah-desah napasku
sepanjang perjalanan di jalan menggurat putih ini.
sebelum kau singkap tabir senja
karya gw
Diposting oleh
lenyshara
on Senin, 19 Agustus 2013
/
Comments: (0)
Catatan Malam Hari
Engkau bakal merindu lagi, mungkin kelak pada suatu saat
sebuah kamar berdinding sunyi, berpilar duka
disini. di tengah kehijauan dedaun. simpang jalan berliku
sajak-sajak memanggil dingin. kabut-kabut merapat
engkau bakal merindukan lagi. mungkin sebidang
halaman berembun, mencatat kenangan disini. Sepotong
cinta sederhana di pahatkan.
cinta sederhana di pahatkan.
gumam-gumam rindu berkepanjangan.
Degub dada tersendat
engkau bakal merindu lagi
engkau bakal merindu lagi
kelakar dan tegur sapa bersahabat
mimpi yang telanjang, perih tak terobat
nasib yang enggan beranjak. begitu azali
nasib yang enggan beranjak. begitu azali
