sepotong bulan, rimbun dedaunan
menyala harapan, entah sejak kapan
swara kutut kerasukan
dan desah petualang terbanting ditelan kehidupan.
ada sosok bayang di balik kabut
sepotong ampak yang menggenggam rahasia
larut malam di sebuah persinggahan
betapa aku merasa tua dan kelelahan
sebagai adam tempo hari : telanjang dan tersia
sia-sia mencari suaka dan pengampunan

1 komentar:
Menarik sekali puisinya mbak lenny.
terus lah berkarya dan berkarya
Posting Komentar